Sehubungan dengan mewabahnya COVID-19, tolong untuk tetap di rumah, apartemen, kost atau kontrakan kalian!
Kapan lagi rebahan bisa menyelamatkan dunia, eh?

Reset Sistem Kekebalan, Manfaat Ilmiah Puasa

Di negara-negara barat, puasa memang menjadi kontroversi besar, terlepas alasan kenapa orang memilih untuk berpuasa. Banyak diantaranya berpuasa untuk menjalankan perintah agama, namun ada yang hanya untuk menurunkan berat badan.

Puasa! Ga boleh ada makanan atau minuman.

Puasa! Ga boleh ada makanan atau minuman.

Satu hal yang pasti adalah hampir semua ahli gizi tidak membenarkan puasa jika digunakan sebagai diet. Mungkin ingat bagaimana diet puasa ala Dedy Corbuzier yang disebut OCD mendapat pertentangan luar biasa di kalangan ahli gizi. Meskipun begitu, ternyata ada hal yang bertolak belakang dari klaim ahli gizi tersebut.

Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh manusia

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa puasa dapat me-reset sistem kekebalan tubuh, bahkan membuatnya bekerja lebih baik. Hal ini terjadi karena puasa dapat merangsang stem cells untuk memproduksi lebih banyak leukosit. Leukosit sangat penting bagi kinerja sistem kekebalan tubuh dengan berperan langsung memerangi infeksi dan penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Penelitian ini mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah bisa diperbaiki dengan berpuasa.

Penelitian ekstensif ini dilakukan oleh beberapa ilmuwan yang dari Southern California University yang reputasinya tidak diragukan. Penelitian yang luar biasa juga menunjukkan bahkan orang yang sudah tua pun bisa mendapatkan keuntungan berpuasa jika dilakukan dengan benar. Tidak hanya itu, penelitian ini juga menghasilkan kesimpulan bahwa pasien dengan penyakit yang berhubungan dengen kekebalan tubuh seperti kanker bisa mendapatkan keuntungan dari berpuasa. Keuntungan yang besar bisa didapat dengan melakukan puasa selama 3 hari berturut-turut.

Bagaimana puasa bisa meningkatkan kekebalan tubuh?

Mekanisme dari masalah ini sangat sederhana dan sangat masuk akal. Ada satu alasan yang dikemukakan para ilmuwan. Pada saat kita kelaparan, pertahanan tubuh alami kita akan memasuki power saving mode atau mode hemat tenaga. Bisa dikatakan, salah satu hal yang dilakukan adalah dengan mendaur ulang sel kekebalan tubuh yang tidak digunakan atau tak berfungsi lagi karena banyak faktor. Tubuh kita lalu mengganti sel-sel tersebut dengan sel yang baru. Proses ini membutuhkan lemak dan glukosa yang pada akhirnya dapat juga mengurangi berat badan kita.

Pernyataan diatas bukan mengada-ada, ini sebuah fakta. Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca artikel lengkap dari Medical News Today yang merupakan sumber terpercaya. Tidak ada alasan lagi untuk tidak berpuasa Ramadhan, kan? Puasa Ramadhan itu 30 hari, 10 kali lipat yang dianjurkan dalam penelitian ini. Bagaimanapun, mengikuti perintah Allah tidak akan pernah rugi. Bagaimana pendapat anda?

Artikel ini diterbitkan pada

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui formulir kontak disini. Pasti dibalas, kok!

Cara Cepat Hamil

Cara Cepat Hamil

Cara Cepat Hamil

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Heru Purwanto:

    Puasa yang diajarkan Islam baik itu puasa sunnah atau wajib merupakan perintah Allah yang sempurna. Maka lakukanlah dan berusahalah melakukan puasa karena dari segi apapun akan positif endingnya, ibadah berpahala, ilmiah menjadi sehat.

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.