Cara Membuat Makaroni Goreng yang Gurih

Sekarang ini makaroni lagi ngetren. Banyak yang kasi nama macem-macem, tapi menurut saya semuanya hanya gimmick aja. Semua sama sih, cuma makaroni digoreng dikasi bumbu.

Makaroni Hanya Lewat

Kalo cuma makaroni digoreng, mending bikin aja sendiri. Kebetulan aku orangnya nggak suka pedas, jadi ya bikin sendiri itu sebuah pilihan yang menarik karena semua makaroni yang dijual di luar sana itu rasanya pedas, bahkan beberapa diantaranya pedasnya tidak masuk akal.

Cara membuat makaroni goreng

Seperti namanya, makaroni goreng tentunya menggunakan makaroni sebagai bahan dasar. Selain itu ada beberapa bahan yang perlu disiapkan, yakni:

  • Tepung bumbu/tepung terigu
  • Satu siung bawang putih
  • Setengah sendok teh merica bubuk
  • Garam secukupnya

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  1. Cacah bawang putih mencadi bagian kecil-kecil, lalu masukkan ke dalam mangkuk
  2. Tambahkan merica bubuk dan garam secukupnya
  3. Masukkan makaroni yang ingin digoreng ke dalam mangkuk, lalu tuang air panas 1 cm lebih tinggi daripada permukaan makaroni
  4. Aduk hingga semua bumbu larut dan bercampur dengan makaroni
  5. Diamkan selama kurang lebih 10 menit supaya bumbu meresap dan makaroni menjadi lebih empuk
  6. Tiriskan hingga cukup kering dan siap diproses selanjutnya

Untuk menggorengnya, aku lebih suka menggunakan tepung bumbu. Hal ini karena aku suka rasa original, alias nggak pakai rasa lainnya. Kalau nantinya mau diberikan perasa (bisa dibeli di supermarket, biasanya untuk french kiss fries itu), maka gunakan tepung terigu untuk pembalurnya. Caranya adalah dengan menempatkan tepung di piring, lalu masukkan makaroni sedikit demi sedikit. Aduk hingga semua bagian makaroni terlumuri tepung.

Diamkan makaroni yang telah terlumuri tepung sejenak, lalu digoyang lagi supaya terlumuri sepenuhnya. Panaskan minyak goreng diatas wajan. Kalau punya deep fries ya malah lebih bagus. Masukkan makaroni sebanyak minyaknya. Jadi pastikan semua makaroni terendam minyak. Setelah itu biarkan selama kurang lebih 3-5 menit. Cobalah aduk sedikit untuk melihat warna makaroni.

Kuncinya adalah ketika mulai ada suara letupan-letupan kecil dan warnanya berubah menjadi lebih cokelat, maka makaroni sudah hampir matang. Aduk-aduk sebentar sampai berubah warna. Setelah itu tiriskan dan goreng yang baru. Saat yang baru digoreng matang, baru pindahkan yang lama ke piring/wadah yang diberi tisu makan. Kalau masih panas, akan melempem, jadi jangan tertipu. Biarkan dingin, maka akan sangat renyah sekali.

Bagaimana? Mudah sekali, kan? Selamat mencoba!

Artikel ini diterbitkan pada

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui formulir kontak disini. Pasti dibalas, kok!

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. https://advansbum.by/?option=com_k2&view=itemlist&task=user&id=888183:

    Thanks for your peersonal marvelous posting! I really enjoyed reading it,
    yyou happen to be a gdeat author. I will
    be sure to bookmaark your blog annd may come back sometime soon. I want to encourage that you continue your great work, hve a nice holiday
    weekend! https://advansbum.by/?option=com_k2&view=itemlist&task=user&id=888183

  2. patrice44k:

    Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wanted to mention that I have truly enjoyed browsing your weblog posts. In any case I will be subscribing on your feed and I’m hoping you write once more soon!

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.