Cerita Ponsel QWERTY Samsung Galaxy Pro B7510

September 2012 lalu, saya mengganti ponsel LG GW300 saya yang sudah lama sekali. Baterainya sudah low capacity dan kameranya sudah tidak berfungsi. Saya sudah menggunakannya kurang lebih 3 tahun, wajar saja sudah mulai rewel. Lalu apa gantinya?

Ilustrasi Samsung B7510 Metalic Grey, persis punya saya.

Ilustrasi Samsung B7510 Metalic Grey, persis punya saya.

Gantinya adalah Samsung Galaxy Pro B7510, tidak baru tapi bekas pakai orang lain. Ponsel ini saya pilih karena beberapa hal. Pertama adalah keyboard QWERTY, kedua adalah Android dan ketiga adalah produsennya Samsung.

Rilis Maret 2011, QWERTY Keyboard dengan Capacitive Touchscreen, 320×240 pixel (2,8 inci), 800 Mhz ARM v6 Processor dan semua kelengkapan ponsel standar Android seperti GPS, WiFi dan HSDPA.
Spesifikasi Samsung Galaxy Pro dari GSMArena

Latar belakang memilih Galaxy Pro B7510

Aktivitas saya yang menggunakan ponsel, mayoritas berhubungan dengan teks. Entah itu SMS ataupun email. Maka itu saya memilih mencari ponsel yang memiliki keypad fisik. Di saat yang bersamaan, saya juga menginginkan Android sebagai sistem operasi ponsel yang saya akan bawa. Maka pilihan jatuh ke LG Optimus Pro C660 dan Samsung Galaxy Pro B7510.

Setelah melakukan pencarian ponsel bekas tersebut di Kaskus, saya menjatuhkan pilihan kepada Samsung Galaxy Pro B7510 karena penjualnya ada di Jogja sehingga bisa saya lihat fisiknya secara langsung atau Cash on Delivery (CoD). Kebetulan si empunya Samsung Galaxy Pro ini tidak terlalu jauh dari kost saya, masih satu kelurahan. Maka disepakati CoD dilakukan di Balai Desa Condongcatur.

Setelah punya Android, lalu apa?

Hal pertama yang saya lakukan adalah melakukan Factory Reset. Saya mengembalikan ponsel Samsung Galaxy Pro B7510 saya ke settingan asli pabrikan. Setelah itu setting sesuai selera dan masukkan semua phonebook yang sudah saya backup dari ponsel lama. Lalu saya setting internet dan mulai masuk ke Google Play.

Sebenarnya Samsung Galaxy Pro masih menggunakan Android Market. Namun setelah digunakan dan terkoneksi ke internet, maka akan ada update otomatis menjadi Google Play Market. Setelah puas mengutak-atik, maka sudah tiba saatnya melakukan rooting. Manfaat rooting ada banyak, anda bisa Googling untuk mengetahuinya. Software yang saya gunakan untuk rooting Samsung Galaxy Pro B7510 dengan firmware standar (Froyo 2.2.2) adalah UnlockRoot.

Upgrade Galaxy Pro B7510 ke Gingerbread

Sekitar bulan November lalu, ponsel Galaxy Pro ini mengalami masalah. Tombol Lock/Power mengalami malfungsi. Kadang bisa digunakan, kadang tidak. Kejadiannya tepat setelah saya install suatu aplikasi, saya pikir itu penyebabnya. Ternyata bukan itu karena saat saya uninstall aplikasinya, tombolnya tetap tidak bekerja normal.

Akhirnya saya memberanikan diri untuk upgrade ke firmware yang lebih baru yakni Gingerbread. Upgrade ini akan saya bahas di artikel selanjutnya. Eh, setelah upgrade berasil, tombol power pun tetap tak bisa digunakan dengan benar. Bahkan setelah beberapa waktu justru membuat ponsel restart kalo dipencet. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa ini adalah kerusakan hardware.

Ini lho siwtch Lock/Power Samsung Galaxy Pro B7510.

Ini lho siwtch Lock/Power Samsung Galaxy Pro B7510.

Samsung Galaxy Pro B7510 saya masukkan ke Samsung Service Center di jalan Diponegoro 59 Yogyakarta. Dari Tugu ke barat, ada di sebelah kiri jalan. Setelah mengantri sebentar, Galaxy Pro saya diperiksa. Ternyata benar bahwa switch Power/Lock mengalami malfungsi. Menurut si mbak resepsionis, harus nginep selama 4 hari. Tetapi si mbak ini bohong, karena esoknya saya diberitahu bahwa ponsel saya sudah beres.

Total biaya yang harus saya bayar adalah 63 ribu rupiah, sudah termasuk dua kali parkir. Hingga kini ponsel Samsung Galaxy Pro B7510 saya masih normal, dipakai oleh pacar saya. Saat ini saya sudah berganti menggunakan Lenovo A706. Mengenai seperti apa Lenovo A706, akan saya bahas dalam artikel selanjutnya.

Note: cerita ini merupakan gubahan dari artikel terdahulu di blog lama i2harmony.info

Artikel ini diterbitkan pada

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui formulir kontak disini. Pasti dibalas, kok!

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. desa ngrambe:

    Akhirnya tak baca ulang… :mrgreen: pantesan brasa dulu pernah baca :v

    • Iwan Restiono:

      Hahaha…
      Lha kan banyak artikel baru, kok ya cuma ini yang dibaca. 😀

      • Kecamatan Ngrambe:

        Enggak og mas.. baca yang lain juga 😀 ini tak baca karena merasa pernah baca, kirain terusane :mrgreen:

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.