Berpikir Counterfactual untuk Meningkatkan Kreativitas

Anda pasti menginginkan bahwa kreativitas itu datang secara alami. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang kreativitas perlu ditekan supaya keluar. Untuk mengeluarkan ide dan gagasan, anda bisa menggunakan teknik counterfactual.

Kreativitas

Ilustrasi kreativitas. Credit: larosadoii.com

Cara berpikir counterfactual yang secara umum dikenal dengan bertanya “Apa jadinya jika?” sudah terbukti dapat meningkatkan kreativitas kita dalam tempo singkat. Untuk mencoba teknik ini dapat dilakukan dengan mengambil kejadian yang sudah terjadi, lalu bayangkan jalan keluar lainnya diantara cara berpikir subtractive (mengeluarkan elemen dari kejadian) dan additive (menambahkan elemen pada kejadian).

Cara yang paling baik untuk berlatih tentu saja dengan menggunakan sejarah atau kejadian yang sudah anda ketahui dengan pasti hasil akhirnya. Dengan melakukan “twist” pada sebuah cerita, kita akan bisa lebih kreatif. Misalnya “jika Hitler tak pernah lahir di dunia, apakah terjadi perang dunia kedua?”. Nah, anda bisa mencobanya sendiri dengan skenario tersendiri.

Saat anda terjebak dalam situasi “creative block”, tips ini mungkin dapat digunakan. Saat pikiran anda dipaksa untuk memikirkan sebuah jawaban, maka proses ini akan menghasilkan ide kreatif yang anda butuhkan. Untuk tips lainnya tentang bagaimana meningkatkan kreatifitas dapat anda lihat di 99u. [7 Ways to Boost Your Creativity]

Artikel ini diterbitkan pada

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui formulir kontak disini. Pasti dibalas, kok!

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.