Benarkah Induk Burung Tak Sudi Anaknya Kita Sentuh?

Saat anda kecil, mungkin anda diberitahu oleh orang tua bahwa menyentuh telur atau anak burung akan menyebabkan mereka ditelantarkan oleh induknya. Dilanjutkan dengan nasehat bahwa jika anda menyukai hewan, akan lebih baik membiarkannya bebas.

Di satu pihak, peringatan ini ada bagusnya. Mencoba untuk membantu anak burung dengan memberinya makan, membersihkan atau mengurung bisa membunuh anak burung itu. Ada cara khusus dan spesifik untuk mengurus anak burung yang terlantar. Meskipun pada dasarnya tidak ada anak burung yang terlantar. Umumnya, anak-anak “menemukannya” di pohon saat induk burung itu sedang mencari makan.

Anak Burung

Anak burung. Credit: National Geographic.

Di lain pihak, peringatan ini membuat mitos yang salah. Pada dasarnya, indera penciuman burung tidaklah bagus. Mereka bergantung pada penglihatan dan pendengaran. Jadi induk burung tidak akan tahu apakah anak-anaknya telah disentuh oleh manusia. Terlebih lagi, burung sebenarnya tidak peduli jika manusia menyentuh anak-anaknya. Tindakan ini tidak akan menghentikan induk burung untuk memberi makan dan mengurus anak-anaknya. Mereka tetap terikat dalam suka dan duka, seperti anda dengan orang tua anda.

Tetapi bagaimanapun menyentuh anak-anak burung tetap tidak diperbolehkan. Menyentuh mereka pada saat belajar terbang justru akan merusak kemampuan mereka untuk terbang. Maka dari itu, jika anda sayang dengan burung, inilah alasan yang benar untuk tidak menyentuh anak-anaknya. Nah, bagaimana dengan anda? Pernah mengalami hal yang serupa di masa kecil?

Kalimat yang berkaitan

bayi burung dan induknya. 

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 7 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui formulir kontak disini. Pasti dibalas, kok!

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.