Semenjak kamera digital disematkan pada ponsel, sekitar tahun 2004, kegiatan mengambil foto atau merekam video menjadi lebih mudah. Tetapi kemudahan ini tidak dibarengi dengan pengetahuan yang cukup mengenai etika, moral dan pengetahuan tentang konten digital. Maka dengan mudah kita jumpai kasus video mesum yang dibuat dengan ponsel, merata di seluruh nusantara.
Jika seruan bahwa membuat video porno itu melanggar moral, etika dan budaya tida anda perdulikan. Dan jika ancaman dosa bagi pembuat video porno sudah tidak berlaku bagi anda, kami punya beberapa alasan kenapa anda sebaiknya tidak membuat video porno.
Untuk itulah, jika anda tidak punya modal minimal untuk membeli beberapa handycam, jangan bikin video mesum. Bikin video mesum saja sudah buruk, apalagi nanti dapet caci maki dari penonton karena gambarnya tidak jelas, miring atau gelap. 🙂
Jika anda cermati, video porno yang diproduksi secara profesional pasti memiliki jalan cerita dalam setiap scene-nya. Segala yang memiliki jalan cerita itu enak ditonton. Jika anda hanya membuat video mesum dengan menampilkan adegan “ehm-ehm” saja, tentu menjadi tidak keren. Ya paling tidak, ada naratornya, untuk menjelaskan setiap gerakan yang anda lakukan. Coba lihat film dokumenter simpanse kawin dibawah ini.
Nah, simpanse kawin aja ada cerita dan naratornya. Setelah melihat video diatas, harusnya anda malu karena video mesum anda masih kalah bagus dengan simpanse. Untuk itu, stop deh bikin video mesum, malu tuh sama simpanse.
Khusus untuk cewek nih, jangan mau kalo masuk video mesum gratisan. Paling tidak suruh pacar kamu bayar 10 milyar, baru deh boleh “taping” kamu tanpa busana. Itu harga minimal lho. Si Farah Abraham aja dapat 1,5 juta dolar dari Vivid Entertainment lho. Itu sekitar 15 milyar rupiah. Duit segitu kalo dibeliin krupuk, udah bisa nimbun waduk Karangkates. Udah pasti nyesel kalo gratisan, jadi jangan mau kalo direkam gratisan, suruh bayar dimuka. 🙂
Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.
Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.
Anda harus masuk untuk berpendapat.
Nikmati aja sendiri tanpa kamera dan jangan lupa tutup pintu! Bebas Masalah!