Kami baru saja bikin ebook tentang VERIFIKASI PAYPAL TANPA KARTU KREDIT dan VCC. Ebooknya bisa didownload disini. Gratis!

Baiknya Biarkan Saja Mereka Merivisi Al-Quran

Beberapa waktu terakhir ini kita dihebohkan dengan berita tentang seorang wanita, yang disinyalir merupakan feminis dan pendukung LGBT, menyatakan bahwa Al-Quran itu salah dan sewajarnya direvisi.

Revisi Quran

Apakah yang dikemukakan oleh wanita itu benar? Apakah memang Al-Quran salah? Silahkan nilai sendiri menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Sebut saya konservatif, fanatis Islam atau apapun yang anda bisa labelkan kepada saya, tetapi saya menyakini bahwa Al-Quran masih terjaga keasliannya. Saya tidak ingin berpolemik masalah itu karena bukan area keahlian saya.

Yang ingin saya bahas disini adalah tentang sikap umat Islam sendiri. Kenapa sih harus ribut saat orang lain yang bahkan tidak paham isi Al-Quran berbicara tentang Islam? Bahkan ada sebagian yang menghujat, menghina dan berbicara buruk. Islam tidak mengajarkan demikian kepada mereka yang tidak paham Islam. Allah berfirman dalam surah An-Nahl ayat 125,

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”

Maka menurut hemat saya, biarkan saja orang yang mau merevisi Al-Quran. Buat apa kita menghabiskan waktu untuk mencaci maki atau berusaha menjelaskan kepada mereka? Jangan salah paham ya, begini pertimbangan saya kenapa kita sebagai muslim seharusnya membiarkan saja mereka mencoba merevisi Al-Quran.

Mereka memperolok Al-Quran, kebenciannya sempurna

Jika seseorang melemparkan wacana bahwa Al-Quran itu salah dan harus direvisi, maka kita seharusnya bersyukur. Kita ditunjukkan oleh Allah bahwa ada seseorang yang nyata permusuhannya dengan Islam. Kebencian kepada Islam sudah mendarah daging kepada dirinya, bahkan mungkin mata hatinya sudah tertutup, sehingga dia berbuat demikian. Kita tidak perlu tahu apa alasannya karena bisa sangat beragam.

Orang yang seperti ini tidak akan menerima penjelasan apapun yang kita jelaskan, perkataan apapun yang kita katakan ataupun nasehat apapun yang kita berikan, bahkan dengan kasih sayang dan kalimat paling baik sekalipun. Apalagi kalau kita menghina dan mengolok mereka, justru akan menjadi pembenaran bagi pemikiran mereka. “Tuh kan, bener, orang Islam itu memang begitu,” ujar mereka.

Tidak ada yang berhasil merevisi Al-Quran

Coba kita pikirkan dengan baik, Al-Quran sudah ada selama kurang lebih 1430-an tahun. Selama kurun waktu tersebut, Islam tidak kekurangan pencela dan musuh. Orang-orang musrik dan munafik menyerang Islam dari berbagai arah, salah satunya Al-Quran itu. Apakah ada orang yang pernah mengatakan bahwa Al-Quran salah dan harus direvisi? Naif jika anda bilang tidak ada. Tentu saja ada, bahkan mungkin jumlahnya ada ribuan.

Mereka bisa dari kalangan mana saja, baik penguasa maupun rakyat jelata. Tetapi apakah ada yang berhasil merevisi satu ayat saja? Saya berani berkata, TIDAK ADA. Kenapa saya bilang tidak ada, karena saya menyakini ayat kedua dari surah kedua (Al-Baqarah) yang menyatakan bahwa “TIDAK ADA KERAGUAN PADA KITAB INI”. Lagipula, apakah anda pernah melihat Al-Quran edisi revisi standar, edisi Raja Arab, edisi Mesir atau edisi rakyat Palestina?

Al-Quran itu hak Allah

Menurut pemahaman saya, Al-Quran itu hak Allah. Sesuai dengan apa yang kita dengar di dalam surah Al-Hijr ayat 9 sebagai berikut:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Bagi mereka yang menyatakan bahwa Al-Quran itu salah dan ingin merevisi, sama artinya mereka menantang Allah. Mereka menuduh Allah dusta dan ingin mengkoreksi kedustaan itu. Sesungguhnya itu adalah perbuatan yang tercela lagi mendekati kebinasaan.

Maka dari itu ketika ada orang yang mengatakan Al-Quran salah dan ingin merevisi, saya sih bilang “hal itu salah, namun aku tak akan menghalangimu, silahkan saja kau kerjakan itu, namun aku berlepas diri dari apa yang kamu perbuat.” Done. Habis perkara. Kalau kamu bagaimana?

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.